Sarapan, Lebih Baik Minum Jus Jeruk atau Susu?

LIFEHACKS! | 06 NOVEMBER 2017
SHARE
8

Pernahkah Anda mencoba minum jus saat sarapan? Di Amerika dan Eropa, rutinitas minum jus di pagi hari bukan hal aneh lagi, bahkan jadi kebiasaan yang tak bisa dilepaskan. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang cenderung memilih susu. Di sisi lain, pengolahan jus yang tidak tepat membuat minuman ini sarat gula dan dapat membahayakan kesehatan.

Jika Anda berencana untuk mengatur ulang jenis minuman dalam sesi santap pagi, mari simak terlebih dulu fakta di balik jus jeruk dan susu di bawah ini.

Jus jeruk, minuman yang kaya akan vitamin C 

Di antara sekian jenis jus yang dikonsumsi, jus jeruk menjadi salah satu yang digemari. Seperti yang kita tahu, jeruk merupakan sumber vitamin C dengan 110 kalori per 8 ons jus jeruk. Lantas, ada antioksidan yang berperan sebagai proteksi tubuh dari radikal bebas dan kulit dari paparan sinar matahari. Jika Anda gemar menyantap jeruk, maka kesehatan tubuh pun akan terjaga optimal.

Akan tetapi, jus jeruk tidak terlepas dari dampak negatif. Terlalu sering mengonsumsi minuman tersebut rupanya berpotensi menurunkan kekerasan enamel atau email gigi sampai 84%. Peneliti Yanfeng Ren PhD mengungkapkan bahwa dampak ini ditimbulkan pula oleh buah lain. Sebagian besar buah memiliki pH (tingkat keasaman) di bawah 4 (sangat asam) yang ditujukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Susu, sumber kalsium yang baik untuk tulang

Bagaimana dengan susu? Minuman ini menjadi sumber protein bagi tubuh dengan presentasi mencapai 20%. Riset membuktikan, seseorang yang rutin minum susu setiap pagi cenderung tidak makan banyak atau berlebihan di siang hari. Hal tersebut dikarenakan protein yang menimbulkan rasa puas alami pada tubuh. Ada pula kalsium yang membantu mengelola hormon yang mengatur berat badan. 

Namun, susu juga memiliki sisi negatif. Kandungan lemak jenuh yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit pada pembuluh darah, jantung, hingga diabetes. Bila Anda ingin minum susu tanpa cemas memikirkan lemak jenuh berlebih, konsumsi saja susu tanpa lemak. Hindari susu non-organik yang sudah terkontaminasi hormon pertumbuhan dan antibiotik.

Jadi, mana yang lebih baik: jus jeruk atau susu?

Susu dianggap lebih baik karena melindungi struktur gigi sekaligus melindungi enamelnya. Ren memberi saran agar kita meminum susu organik supaya terhindar dari paparan zat kimia. Selain itu, susu yang bebas dari antibiotik atau suntikan hormon memiliki antioksidan 75% lebih tinggi dengan vitamin E serta asam lemak omega-3 lebih melimpah.

Lebih suka jeruk? Anda dianjurkan untuk mengonsumsinya secara langsung alih-alih dijadikan jus untuk mendapat nutrisi yang lebih optimal. Untuk mengurangi kerusakan enamel, sikat gigi Anda 30 menit setelah mengonsumsi jeruk tersebut.

jus jeruk susu sarapan

Lifehacks!

komentar

0 komentar