Ini Alasan Brokoli Tidak Tersaji Dalam Kemasan Kaleng

LIFEHACKS! | 22 NOVEMBER 2017
SHARE
28

Mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli secara nyata memberikan banyak khasiat untuk kesehatan. Bahkan brokoli termasuk ke dalam daftar 33 makanan sehat dengan kandungan gizi tertinggi. Wajar saja bila sampai sekarang sayuran hijau ini terus direkomendasikan banyak ahli dan jadi salah satu makanan yang paling sering disantap dalam berbagai program kesehatan.

Berkat kandungan gizi melimpah dan kemudahan pengolahan, brokoli sering kali dibeli untuk dibuat jadi makanan. Lantas untuk menjaga kualitas, sayuran tersebut biasanya disimpan di dalam lemari pendingin. Akan tetapi, tidak seperti jenis makanan lainnya, brokoli termasuk sayuran yang sampai sekarang belum kita jumpai dalam kemasan kaleng. Hal ini pun menerbitkan pertanyaan: mengapa brokoli tetap dipajang dalam bentuk utuh dan tidak tersedia dalam kemasan lebih praktis?

Alasan brokoli tidak disimpan dalam kemasan kaleng

Beberapa jenis sayuran lain seperti wortel dan kentang sudah dapat kita temukan dalam kemasan praktis seperti kaleng. Tidak sedikit pula yang dikeringkan dan dijadikan pelengkap dalam mi instan. Namun, hal ini sekali lagi belum diterapkan pada brokoli. Jika kita menyisir sektor sayur dan buah di supermarket dan pasar tradisional, brokoli tetap ditampilkan dalam keadaan utuh.

Menyoal tentang makanan kaleng, sayur yang terdapat dalam kemasan ini bisa tetap segar karena pada prosesnya, ada tahap penghilangan oksigen dan penghancuran enzim melalui perebusan. Cara tersebut ditujukan untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri saat wadah ditutup. Sayangnya, langkah ini tidak dapat diterapkan pada brokoli yang secara tekstur tidak sekeras kacang atau jagung. Pasalnya, bila kita merebus brokoli untuk membunuh jamur dan bakteri, bunga-bunga halus pada sayuran hijau ini pun akan ikut hancur atau berubah jadi bubur.

Bentuk brokoli yang dipanaskan terlalu lama dalam microwave akan berantakan. Apalagi kalau sayuran ini disimpan dalam kaleng kemasan, kondisinya akan lebih buruk. Hal ini dikarenakan sayuran di kaleng kemasan melewati dua proses pemanasan—sekali sebelum masuk ke dalam kaleng dan sekali lagi saat dimasukkan ke dalam air panas dalam tahap pengemasan. Alih-alih mendapati brokoli segar, kita malah akan menemukan brokoli yang sudah berubah menjadi bubur.

Sebuah penelitian dari Universitas Wisconsin mengungkapkan bahwa pengalengan pada brokoli pun akan mengubah warna dan aromanya, sehingga akan kurang bagus untuk diolah apalagi disantap sebab kandungan gizi dan nutrisinya sudah hilang.

brokoli

Lifehacks!

komentar

0 komentar