Tidur Lebih Lama Bisa Bantu Kurangi Risiko Diabetes

DAYA TAHAN | 24 APRIL 2017
SHARE
107

Penyakit jantung memang dikenal sebagai penyakit paling mematikan di dunia. Tapi saat bicara penyakit yang paling kejam, diabetes-lah jawaranya. Bagaimana tidak, penyakit ini akan membuat kamu menderita berkepanjangan lewat komplikasi yang ditimbulkannya.

Saat diabetes menyerang, itu artinya kamu harus siap-siap dengan risiko gagal ginjal, buta permanen, cacat karena amputasi, dan kerusakan organ lainnya yang cukup parah. Parahnya lagi, penyakit ini tergolong sulit disembuhkan dan membuatmu menderita lebih lama.

Maka dari itu, satu-satunya cara agar kondisi mengerikan tersebut tidak menimpamu, hal yang harus dilakukan adalah dengan mencegah diabetes datang menyerang. Caranya sederhana, atur pola makan, olahraga teratur dan tidur yang cukup.

Dilansir dalam Healthday News, sebuah penelitian menyebut jika menambah jam tidur di akhir pekan, tidak hanya akan membuat mood membaik, tapi juga efektif membantu kamu menurunkan risiko penyakit diabetes type-2.

Baca Juga: Jangan Sampai Kembung Ganggu Aktvitasmu? Segera Minum HerbaVOMITZ!

Dalam keterangannya, dr. Peter Liu, peneliti asal Los Angeles Biomedical Reseach Institute, menyebut jika tidur yang cukup  merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan, terutama untuk memperbaiki kinerja tubuh dalam memproduksi insulin sebagai pencegah diabetes.

Penelitian ini sendiri melibatkan sebanyak 19 pria dewasa tanpa diabetes dengan usia rata-rata 29 tahun. Dalam penelitian ini, kebanyakan mereka tidur selama 6,2 jam per hari. Tapi untuk penelitian ini, mereka diminta untuk menambahkan waktu tidurnya di akhir pekan hingga 2,3 jam per malam.

Setelah itu, para peserta pun kemudian menjalani tidur pemeriksaan di laboratorium. Hasilnya, mereka yang tidur lebih lama di akhir pekan, punya risiko diabetes yang lebih kecil. Makin banyak waktu tidur malam, makin tinggi pula produksi insulin dan makin rendah pula risiko terkena diabetes type-2.

Tentu saja kebiasaan tidur yang baik ini harus diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan yang baik, jauhi rokok dan minuman keras, rutin berolahraga dan menjaga bobot tubuh agar tetap ideal.

Walaupun begitu, penelitian ini masih dalam status penelitian tahap awal. Nantinya, hasil penelitian in akan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society yang digelar di San Francisco, Amerika, untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih akurat.

home-featured diabetes resiko diabetes

Lifehacks!

komentar

0 komentar