Lancarkan Pencernaan dan Cegah Kanker dengan Brokoli!

DAYA TAHAN | 12 APRIL 2017
SHARE
90

Brokoli merupakan salah satu sayuran ajaib dengan fungsi luar biasa. Selain baik untuk memaksimalkan diet, dan mencukupi kebutuhan nutrisi harianmu, ternyata brokoli pun sangat ampuh untuk melancarkan pencernaan hingga mampu mencegah kanker.

Di dalamnya, terkandung serat yang cukup tinggi, antioksidan, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin K dan zat besi yang cukup tinggi. Istimewanya, penelitian terbaru menyebut jika brokoli punya kemampuan istimewa dalam memerangi osteoartritis.

Dilansir dalam Everyday Health, penelitian terbaru dari University of East Anglia (UEA) di Inggris, menemukan jika brokoli mengandung senyawa spesial yang bernama sulforaphane. Lewat percobaan laboratorium, senyawa diketahui mampu memperlambat osteoarthritis.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism ini pun menyebut jika sulforaphane mampu berperan sebagai anti-inflamasi dan bertanggung jawab untuk sebagai breaker untuk memperlambat dekomposisi tulang rawan sendi.

Melancarkan pencernaan dan cegah kanker

Selain mampu memerangi osteoartritis, Jeanette Bronee, konselor kesehatan holistik Path for Life di New York, menyebut jika kandungan serat brokoli merupakan yang tertinggi ketimbang sayuran lainnya dalam jumlah yang sama.

Kandungan inilah yang efektif untuk membantu mengatasi masalah pencernaan, sekaligus mencegah sembelit datang menyerang. Tidak hanya itu, kandungan serat tinggi ini pun baik untuk menjaga kamu tetap kenyang lebih lama, sehingga baik dikonsumsi bagi mereka yang sedang diet.

Baca Juga: Batuk Membandel? Segera Minum HerbaKOF!

Sementara itu, Keri Glassman, RD, CDN, pakar kesehatan sekaligus penulis buku The O2 Diet, memandang brokoli sebagai sayuran hijau yang benar-benar ampuh untuk mendetoksifikasi tubuh, sekaligus bersifat sebagai anti-kanker.

Lebih lanjut lagi, secara spesifik Keri menyebut jika brokoli terbukti ampuh menurunkan risiko kanker payudara, kanker usus besar, kandung kemih dan kanker ovarium. Hal ini tidak lepas dari kandungan phytochemical, indoles dan isothiocyanate di dalamnya.

Harus diolah dengan tepat

Untuk memaksimalkan khasiatnya, brokoli harus diolah dengan cara terbaik. Elizabeth Jeffery, pakar nutrisi sekaligus peneliti dari University of Illnois, menyarankan kamu untuk mengukus brokoli selama 5 menit. Cara ini merupakan yang terbaik untuk mempertahankan enzim misorsinase di dalamnya.

Selain itu, Jeffery pun menyarankan kamu untuk mengonsumsi brokoli dengan cara mentah atau raw food. Cara ini konon sangat efektif untuk mendapatkan kandungan sulforaphane yang lebih maksimal. Bagaimana, sudah tepatkah cara kamu mengolah brokoli?

brokoli

Lifehacks!

komentar

0 komentar