Apa Perbedaan JAMU, HERBAL, dan FITOFARMAKA?

KONSULTASI | 07 FEBRUARI 2016
SHARE
158

Belakangan ini penggunaan obat-obatan herbal mulai menunjukan perkembangan yang positif. Hal ini tentu saja sangat baik, selain melestarikan ramuan alami yang sudah digunakan secara turun temurun, penggunaan obat-obatan herbal pun bisa mengurangi dampak penggunaan obat-obatan kimia.

Tapi sayangnya, banyak orang yang masih menganggap jika jamu, herbal atau bahkan fitofarmaka, sebagai satu produk beda nama saja. Padahal, semua istilah itu untuk menunjukan produk-produk pengobatan yang berbeda, walaupun bahan utamanya masih mengambil dari ramuan tradisional.

Lantas, apa saja sih perbedaan antara jamu, herbal dan fitofarmaka?

Jamu

Jamu merupakan obat-obatan alami yang dibuat dari bahan-bahan alami yang tumbuh disekitar rumah, dan diolah dengan cara tradisional. Resep jamu sendiri masih menggunakan bahan-bahan yang benar-benar alami dengan takaran yang tidak menentu sesuai dengan resep leluhur.

Hanya sayangnya, dalam prakteknya, penggunaan jamu tradisional ini terkadang banyak diragukan karena kualitasnya, terutama yang berhubungan dengan masalah kualitas kebersihan dan takaran dosis, sehingga tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, anak-anak dan orang dengan risiko alergi.

Herbal

Berbeda dengan jamu, herbal sedikit lebih modern dengan beberapa penelitian yang melibatkan orang-orang profesional dalam dunia pengobatan dan tumbuhan. Berbeda dengan jamu yang lebih sering menggunakan bahan-bahan aslinya, herbal lebih banyak menggunakan bahan yang sudah diekstrak.

Masalah dosis dan kebersihannya, herbal memang selangkah lebih maju ketimbang jamu. Hanya saja, sebelum anda menggunakan produk herbal, sebaiknya pastikan obat herbal tersebut telah memiliki standar khusus yang ditunjukan lewat logo jari-jari daun dalam lingkaran.

Fitofarmaka

Mengnai bentuk fisik dan pengolahannya, fitofarmaka mungkin hampir serupa dengan herbal. Hanya saja, fitofarmaka sudah dipastikan keamanannya lewat serangkaian uji coba klinis, baik lewat hewan ataupun lewat manusia secara langsung.

Dengan kata lain, fitofarmaka diklaim jauh lebih bersih dan sudah teruji khasiatnya dengan baik. Salah satu contoh produk fitofarmaka adalah Stimuno yang ampuh untuk meningkatkan sekaligus menjaga daya tahan tubuh dengan baik.

So, sekarang sudah mengerti kan apa itu jamu, herbal dan fitofarmaka? Jangan salah pilih ya!

konsultasi obat herbal fitofarmaka jamu

Lifehacks!

komentar

0 komentar